2018-03-22

Sri Mulyani Bahas Ekonomi Digital di G20 Argentina

  Info Bitcoin       2018-03-22
Sri Mulyani Bahas Ekonomi Digital di G20 Argentina

Info Bitcoin - INFORMASI LENGKAP TENTANG BITCOIN DAN MATA UANG DIGITAL. Datang ke Pertemuan G20, Sri Mulyani Bahas Ekonomi Digital hingga Bitcoin Cs.

Menteri Keuangan Sri Mulyani baru saja kembali dari pertemuan Negara-Negara G20 di Argentina. Selepas kembalinya dia dari Argentina, Sri Mulyani pun langsung berbagi cerita.

Lewat Facebooknya Sri Mulyani Indrawati @smindrawati, dia pun berbagi pengalaman selama mengadakan pertemuan dengan para petinggi di G20. Berikut adalah "oleh-oleh" dari Sri Mulyani yang dia tuangkan dalam tulisan di laman media sosialnya tersebut.

Pada tanggal 19-20 Maret, saya bersama Gubernur Bank Indonesia Bapak Agus Martowardojo menghadiri pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Buenos Aires -Argentina.

Pada tanggal 19-20 Maret, saya bersama Gubernur Bank Indonesia Bapak Agus Martowardojo menghadiri pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Buenos Aires -Argentina. Pertemuan ini membahas berbagai issue yang penting bagi pemulihan dan stabilitas ekonomi negara-negara anggota G20 dan perekonomian global.

Indonesia adalah anggota G20 yang merupakan kelompok 20 negara-negara dengan ukuran ekonomi terbesar dan memiliki pengaruh sistemik bagi ekonomi dunia.

Baca juga : Teknologi Blockchain Dapat Membantu Pemilu

Dalam pertemuan kali ini, dibahas mengenai :

1. Prospek dan resiko utama yang dapat melemahkan ekonomi global.

Fokus perhatian dari banyak negara G20 adalah kecenderungan kebijakan ekonomi yang proteksionis dan berorientasi ke dalam, kekhawatiran munculnya perang dagang karena penerapan kebijakan tarif oleh Amerika Serikat.

Semua negara G20 diharapkan terus menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan terus menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang supportive namun tetap sustainable, dan terus menjalankan reformasi yang penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan daya saing ekonomi.

Indonesia juga terus melakukan kebijakan ekonomi dan reformasi yang bertujuan untuk terus memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan lebih merata denganmemperbaiki kebijakan untuk meningkatkan invetasi dan ekspor dan menjaga daya beli masyarkat, serta fokus pada Invetasi sumber daya manusia.

2. Topik kedua adalah mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur.

Saat ini kebutuhan pembangunan infrastruktur seluruh dunia diperkirakan mencapai US$3.3 triliun pertahun hingga 2030. Argentina sebagai tuan rumah menitik beratkan pada peta jalan penyusunan infrastruktur sebagai asset class - agar dapat menarik pendanaan yang berasal dari swasta global terutama bagi negara berkembang.

Dibahas bagaimana melakukan standardisasi kontrak dan pembentukan data base dan informasi infrastruktur yang akurat dan kredibel, untuk membangun keyakinan investor swasta dalam ikut mendanai infrastruktur.

Topik ini juga sangat sesuai dengan prioritas Indonesia yang terus membangun infrastruktur untuk mengejar ketertinggalan kita, dan bagaimana melakukannya secara berkelanjutan dengan menarik minat swasta dalam ikut membangun infrastruktur secara baik dan akuntabel.

Baca juga : Jelang Pertemuan G20 Argentina Bitcoin Naik Harga

3. Topik ketiga adalah mengenai “the future of work”.

Topik ini membahas bagaimana pengaruh dan peran teknologi dan inovasi dalam meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan, namun juga dapat menciptakan disrupsi dan menghancurkan lapangan kerja melalui otomatisasi dan robotisasi.

Untuk menghadapi perubahan tersebut negara perlu melakukan Invetasi sumber daya manusia melalui program pendidikan dan Vokasi yang harus disesuaikan dengan kebutuhan masa depan dan jaman yang terus berubah secara cepat.

Juga perlu membangun sistem jaminan sosial yang menunjang fleksibilitas dan mobilitas tenaga kerja. Indonesia telah menyadari arah perubahan ini dan terus menyusun perbaikan dalam program pendidikan dan vokasi agar sesuai dengan arah perubahan teknologi dan lapangan kerja. Indonesia masih perlu membangun sistem jaminan sosial yang sesuai dengan kebutuhan struktur demografi penduduk, namun harus dijaga sustainabilitas kemampuan keuangan negara untuk mendukungnya.

4. Topik keempat adalah mengenai stabilitas sektor keuangan dan munculnya technology distributed ledger yang menghasilkan crypto asset / crypto currency.

Crypto currency bukanlah mata uang yang berguna sebagai penyimpan nilai (store of value) dan medium transaksi - karena sifatnya yang sangat labil (volatile) dan diterima sebagai alat transaksi.

Meskipun saat ini crypto currency belum mengancam stabilitas sektor keuangan di berbagai negara, namun potensi kedepan harus diwaspadai terutama kemungkinan disalahgunakan untuk kegiatan kriminal, pendanaan terorisme dan pencucian uang.

Namun diakui bahwa teknologi yang menjadi dasar crypto asset memiliki keunggulan dalam kecepatan dan efisiensi dalam sistem pembayaran dan proses kredit.

G20 meminta agar FSB melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kehadiran crypto asset - dengan fokus bagaimana tetap dapat memanfaatkan keunggulan teknologi yang mendasarinya, namun dapat mencegah resiko dengan melindungi konsumen dan investor dan resiko penggunaan crypto asset untuk kejahatan dan kegiatan kriminal pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Bank Indonesia telah mengeluarkan aturan mengenai crypto currency yang sesuai dengan tujuan melindungi konsumen dan mencegah penggunaan crypto currency sebagai alat kriminal.

5. Topik kelima adalah arsitek keuangan global dan kerjasama perpajakan internasional.

Dalam topik ini dibahas mengenai kerjasama perpajakan internasional, setelah kemajuan dicapai dalam persetujuan Automatic Exchange of Informataion (AEOI) dalam perpajakan, fokus kerjasama saat ini adalah pada transparansi perpajakan dan pajak untuk ekonomi digital.

OECD diharapkan menyampaikan rekomendasi kebijakan (comon approach) yang akan dilakukan secara bersama dalam menghadapi era digital ekonomi. Semua negara menghadapi hal yang sama, yaitu digitalisasi ekonomi yang sudah dan akan semakin terjadi yang memberikan manfaat dalam bentuk peningkatan produktivitas dan efisiensi.

Namun ancaman dari segi perpajakan adalah terjadi erosi basis pajak, dan kompleksitas penetapan dimana nilai tambah terjadi. Masih ada perbedaan pandangan mengenai letak sumber nilai tambah utama, yaitu pada konsumen dan sumber data dari mereka, atau pada sistem algoritma yang menyediakan platform bagi digitalisasi dan kegiatan e-commerce.

Juga telah terjadi persaingan tidak adil antara perusahaan digital dengan perusahaan konvensional, termasuk dalam perlakukan pajak. Semua menteri keuangan di dunia menghadapi tekanan tidak mudah, yaitu tantangan teknis dan politis bagaimana memperlakukan pajak yang adik dan efektif terhadap ekonomi digital dan e-commerce.

Indonesia memperjuangkan posisi agar negara berkembang dan emerging seperti Indonesia dapat memperoleh hak pajak yang adil dari perusahaan-perusahaan digital baik yang beroperasi global seperti facebook, Google , twitter, Amazon, Lazada, Uber, Grab dll. Sumber pajak dan kewajiban pajak ditentukan bukan oleh lokasi kantor pusat atau cabang- namun oleh “significant economic presence”.

Indonesia juga akan terus menggunakan kerjasama internasional untuk memperjuangkan hak penerimaan pajak secara adil dan efektif dalam menghadapi upaya-upaya penghindaran pajak baik oleh perseorangan maupun oleh perusahaan. Pajak adalah sumber pembangunan yang sangat berharga bagi suatu negara. Indonesia juga menyatakan dukungan agar bantuan teknis dan legal untuk negara-negara kecil dan berkembang harus diberikan agar mereka mampu mendapatkan hak penerimaan pajak secara adil.

Baca juga : Pertemuan G20 Argentina Akhir Pekan Bahas Bitcoin

6. Topik terakhir adalah mengenai kerjasama dalam counter terorism financing dan memerangi kejahatan pencucian uang.

Kerjasama yang diwadahi melalui forum Anti Money Laundering and Financial Action Task Force (AML -FATF) dilakukan untuk melawan tindak kejahatan terorisme dan kejahatan korupsi serta perdagangan ilegal yang berbuntut pada upaya pencucian uang lintas negara. Indonesia bekerja sama untuk memerangi kejahatan tersebut melalui KPK dan PPATK serta institusi penegak hukum (Kejaksaan dan Kepolisian RI).

Dalam forum global tersebut, peranan Indonesia untuk ikut serta memperjuangkan kepentingan dan posisi Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya adalah sangat penting. Dengan demikian dalam menetapkan kebijakan dan aturan global, Indonesia tidak dirugikan.

Hal ini penting dalam menghadapi arus perubahan global yang demikian cepat baik dibidang perdagangan, keuangan, Invetasi dan teknologi. Indonesia harus mampu memanfaatkan kesempatan global yang tercipta, namun harus pula terus waspada terhadap resiko global yang muncul. Kerjasama erat antar negara diperlukan agar Indonesia dapat melindungi kepentingan nasional di bidang ekonomi,politik, hukum dan sosial di era global yang sangat menantang dan penuh ketidakpastian.

Forum G20 dan forum kerjasama ekonomi global lain seperti IMF, FSB, BIS, FATF dan lembaga keuangan dunia adalah forum yang penting dalam membicarakan arah kebijakan dan aturan global. Kehadiran dan peranan Indonesia di forum-forum tersebut harus terus dijaga dan diwakili oleh tim yang benar-benar kompeten dan memiliki nasionalisme yang tinggi yang memiliki kemampuan pemahaman tantangan dan dinamika global.

Dengan demikian Indonesia mampu membangun kerjasama yang dapat melindungi kepentingan bangsa dan negara kita dalam pergaulan dunia yang harus dibangun berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Mari kita siapkan generasi muda yang memiliki kemampuan membangun Indonesia kedepan dan terus mampu memperjuangkan dan menjaga kepentingan Indonesia di tengah pergaulan antar negara di dunia yang semakin terbuka dan dinamis. Di forum global inilah kita dituntut untuk mampu mewujudkan sila kemanusian yang adil dan beradab.

Home
logoblog

Thanks for reading Sri Mulyani Bahas Ekonomi Digital di G20 Argentina

Previous
« Prev Post